Soal Ppds Urologi Hot! Jun 2026

Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang dengan keluhan pancaran urin melemah dan sering terbangun malam hari untuk berkemih. Pada pemeriksaan colok dubur didapatkan prostat membesar, konsistensi kenyal, dan tidak ada nodul. Diagnosis yang paling mungkin adalah: A. Karsinoma prostat B. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) C. Prostatitis kronis D. Striktur uretra

Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke IGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien mengeluh nyeri di selangkangan dan terdapat darah di meatus uretra eksternus ( bloody discharge ). Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya high-riding prostate

Tujuan PPDS Urologi adalah:

| | Tugas Kandidat | Waktu | Kriteria Penilaian Utama | | :--- | :--- | :--- | :--- | | 1 | Lakukan anamnesis pada pasien dengan keluhan nyeri pinggang akut (pasien diperankan oleh aktor). Kemudian, presentasikan diagnosis banding Anda kepada penguji. | 10 menit | Kelengkapan anamnesis (lokasi, karakter, radiasi nyeri, faktor pencetus, riwayat), komunikasi efektif. | | 2 | Lakukan pemeriksaan fisik abdomen dan skrotum pada phantom untuk mencari penyebab benjolan. Jelaskan temuan Anda. | 8 menit | Sistematika pemeriksaan (inspeksi, palpasi, perkusi), identifikasi massa testis vs. hidrokel, teknik pemeriksaan yang benar. | | 3 | Lakukan pemasangan kateter Foley pada phantom laki-laki. Jelaskan setiap langkah yang Anda lakukan. | 5 menit | Teknik aseptik, identifikasi meatus, insersi kateter hingga muncul urin, mengembangkan balon. | | 4 | Seorang pasien post-operasi prostatektomi datang dengan keluhan demam dan tekanan darah rendah. Jelaskan diagnosis banding Anda dan langkah-langkah tata laksana awal. | 7 menit | Kemampuan clinical reasoning untuk mendiagnosis kemungkinan sepsis, rencana resusitasi cairan, antibiotik spektrum luas, dan pemeriksaan penunjang. |

Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Urologi merupakan salah satu program studi spesialis yang sangat diminati di Indonesia. Untuk bisa menembus persaingan masuk yang ketat, calon peserta wajib melewati tahapan seleksi akademis, termasuk ujian tulis. soal ppds urologi

Menjadi seorang spesialis urologi di Indonesia adalah perjalanan akademis dan klinis yang menantang. Seleksi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Urologi dikenal cukup ketat, menuntut pemahaman mendalam tentang anatomi, fisiologi, serta diagnosis dan tata laksana penyakit saluran kemih.

Bacalah buku teks utama seperti Campbell-Walsh-Wein Urology atau Smith & Tanagho's General Urology . Untuk ringkasan cepat, pelajari Pocket Guide to Urology oleh Jeff A. Wieder. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang dengan keluhan

Berikut adalah beberapa sumber yang dapat Anda manfaatkan untuk berlatih:

Seorang bayi lahir dengan hipospadia tipe penoscrotal dan testis kanan tidak teraba di skrotum. Secara embriologi, kegagalan perkembangan struktur apa yang menyebabkan hipospadia? a) Sinus urogenitalis b) Lipatan labioskrotal c) Duktus mesonefrikus (Wolffian) d) Uretral fold e) Kloka Karsinoma prostat B

Soal kasus klinis di Indonesia sangat patuh pada Panduan Penatalaksanaan Klinis yang diterbitkan oleh IAUI. Pastikan Anda memperbarui ilmu mengenai algoritma tatalaksana BPH, Batu Saluran Kemih, dan Kanker Prostat terbaru.

Setelah lolos ujian tulis, Anda akan dihadapkan pada ujian yang menilai kemampuan klinis praktis Anda. OSCE adalah ujian di mana Anda harus menunjukkan keterampilan anamnesis, pemeriksaan fisik, prosedur dasar, dan komunikasi dengan pasien (yang diperankan oleh aktor) atau pada phantom dalam waktu terbatas di beberapa stasiun.