Dirilis pertama kali pada tahun 2017, Coco dari Pixar Animation Studios sukses menyentuh hati jutaan penonton di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Dengan visual yang menakjubkan dan cerita tentang kekeluargaan yang kental, Coco berhasil memenangkan Oscar dan menjadi salah satu film animasi terbaik dekade ini. Salah satu elemen kunci yang membuat film ini begitu dekat dengan penonton lokal adalah kualitas yang dilakukan dengan sangat baik.
Coco tells the story of Miguel, a young boy who dreams of becoming a musician, just like his idol, the late Ernesto de la Cruz. However, his family forbids him from pursuing music, leading Miguel to sneak into the Land of the Dead, where he embarks on an extraordinary adventure to find his great-great-grandfather. The film celebrates the importance of family, tradition, and cultural heritage, which resonated with audiences worldwide. coco 2017 dubbing indonesia
The Indonesian dubbing scene is home to renowned voice actors known for their versatility. For instance: Dirilis pertama kali pada tahun 2017, Coco dari
retained the original English audio, while her dialogue was dubbed by Coco tells the story of Miguel, a young
The matriarchs of the Rivera family carry the moral weight of the film. The Indonesian voice actresses assigned to Mama Imelda and Abuelita delivered performances packed with authoritative maternal love. Imelda’s soaring musical performance in the Land of the Dead’s stadium remains a highlight of the Indonesian dub.
Coco (2017), karya magis dari Disney•Pixar, bukan sekadar film animasi tentang musik—ini adalah perayaan budaya, keluarga, dan kenangan. Saat dirilis, Coco langsung memikat hati jutaan penonton di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Salah satu elemen penting yang membuat film ini terasa dekat dan emosional bagi penonton lokal adalah kehadiran yang digarap dengan sangat serius.